Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

Definisi Teks Debat, Unsur, Struktur, Ciri, & Kaidahnya

Definisi Teks Debat, Unsur, Struktur, Ciri, & Kaidahnya


Perdebatan saat ini merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi, kita bisa menyaksikan debat dimana-mana. Apakah itu debat dalam media televisi, atau debat dalam aktivitas yang bahkan berkaitan dengan hal-hal sepele di kehidupan sehari-hari.

Di televisi, mungkin kita sering menyaksikan debat antar politisi dimana masing-masing dari mereka, ada yang berargumen atas nama kepentingan rakyat, kepentingan partai politik, atau bahkan kepentingan pribadi, pada intinya mereka mengeluarkan argumen-argumen tertentu agar pihak “lawan” setuju atau takluk dengan argumen tersebut.

Sementara itu, dalam kehidupan social sehari-hari, kita mungkin sering menyaksikan ayah atau ibu kita berdebat mengenai masalah keuangan, dan lain sebagainya. Bisa juga, perdebatan timbul antara satu pengendara motor dengan pengendara motor lainnya yang mungkin kita saksikan ketika di jalan raya.

Ketika debat sudah muncul dimana-mana, maka muncul pertanyaan, apakah definisi debat? Apakah ada teks debat tertentu? Atau debat hanya mengalir begitu saja tanpa pola pikir yang diatur? Berikut kita simak definisi debat secara lebih dalam.

Definisi Debat/Teks Debat


Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, debat diartikan sebagai pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Sementara itu, definisi debat menurut para ahli adalah sebagai berikut,

1. Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan (1984), pengertian debat adalah suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu yang didukung suatu pihak (pendukung) dan disangkal oleh pihak lainnya (penyangkal).

2. Asidi Dipodjojo

Menurut Asidi Dipodjojo, pengertian debat adalah suatu proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat menyatakan argumen dan alasan, dengan cara tertentu agar pihak lain berpihak padanya.

3. G. Sukadi

Menurut G. Sukadi, definisi debat adalah suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

Unsur-Unsur dalam Debat/ Teks Debat


Dalam teks debat, terdapat beberapa unsur penting, antara lain mosi, tim afirmasi, tim oposisi, tim netral, penonton/juru yang dipanggil, moderator, dan penulis.

- Mosi merupakan topik atau tema yang akan diperbedatkan. Topik merupakan landasan bagi masing-masing pihak yang berdebat untuk menyampaikan aspirasi, argumen, serta pendapat terkuat masing-masing.
- Tim afirmasi adalah tim pendukung mosi, atau topik debat. Dengan pendapat terkuatnya, tim afirmasi memberikan dukungan terhadap mosi atau topik tersebut dengan tujuan, pertama untuk merespon pendapat dari tim oposisi, sementara tujuan kedua tentu saja untuk memenangkan perdebatan sehingga mosi atau topik tersebut disetujui oleh semua pihak.
- Tim oposisi merupakan tim yang menolak, menyanggah, serta tidak setuju dengan tema debat. Tim ini mempunyai tugas untuk menyampaikan penolakan-penolakan disertai dengan pendapat logis kepada tim afirmasi.
- Tim netral merupakan tim tengah dimana mereka mengambil pendapat dari dua sisi serta tidak sepenuhnya mendukung atau menolak tema debat.
- Moderator mengacu pada pemandu debat atau orang yang mengarahkan jalannya debat.
- Penulis merupakan notulen atau orang yang menulis poin-poin yang disampaikan dalam debat baik itu dari tim afirmasi, oposisi, atau tim netral.

Advertisement

Struktur Debat/Teks Debat


Dalam sebuah perdebatan atau teks debat itu sendiri, terdapat stuktur yaitu:
- Perkenalan. Dalam tahap ini, ada salam pembuka dari moderator serta perkenalan masing-masing anggota tim.
- Penyampaian argumentasi. Pada fase atau tahapan ini, setiap tim baik itu tim afirmasi, tim oposisi, serta tim netral, masing-masing menyampaikan pendapat masing-masing terkait dengan topik yang akan dibahas.
- Debat. Fase ini merupakan tahapan utama dimana setiap tim baik itu tim afirmasi maupun oposisi saling silang dan bertukar pendapat terkuat masing masing. Kemudian, perbedaan berpendapat tersebut ditengahi oleh tim netral.
- Simpulan. Pada tahap ini, ketiga tim menyampaikan kesimpulan mereka terhadap pendapat, sanggahan, serta opini lain dalam debat.
- Penutup. Tahap terakhir dimana moderator memberikan paparan kesimpulan tanpa memihak & kemudian debat ditutup dengan salam.

Ciri-Ciri Debat/Teks Debat


Dalam sebuah perdebatan baik itu perdebatan yang bersifat formal maupun tidak, terdapat ciri-cirinya, antara lain:

- Terdapat pihak yang setuju atau afirmatif, dan pihak yang tidak setuju, atau negatif. Pihak yang setuju merupakan pihak yang mendukung adanya suatu kebijakan, usulan, atau hal yang sedang diulas. Sementara pihak negatif merupakan pihak yang menolak keberadaan hal-hal tersebut dengan alasan-alasan tertentu.
- Adanya argumen-argumen dalam debat yang merupakan proses untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
- Adanya pihak penengah dalam debat yang berperan sebagai wasit. Penengah berfungsi untuk membuat jalannya debat menjadi lebih terarah serta fokus pada pembahasan masalah awal.
- Terdapat simpulan yang merupakan pokok argumen dari tim afirmasi, tim oposisi, & tim netral. Kemudian, dari simpulan tersebut hadirlah solusi bagaimana seharusnya masalah tadi diselesaikan.

Kaidah Debat/Teks Debat


Untuk memberikan kualitas yang baik terhadap debat yang akan atau sedang berlangsung, maka peserta debat harus memahami kaidah-kaidah debat sebagai berikut:

- Menggunakan Bahasa baku. Debat yang baik tentu saja harus menggunakan Bahasa baku, bahkan terstruktur dan sistematis sehingga ide bisa tersampaikan dengan baik kepada lawan bicara.
- Tidak menggunakan Bahasa kiasan. Agar ucapan serta perkataan dalam debat bisa diterima maksudnya secara tepat oleh semua anggota, maka gunakan kata-kata tanpa kiasan. Sehingga, debat tidak berlangsung secara bertele-tele.
- Logis & sesuai fakta. Meskipun dalam debat penuh dengan pendapat atau opini, namun opini yang dilontarkan harus sesuai dengan fakta yang ada. Seorang anggota debat tidaklah disarankan berandai-andai sehingga memberikan pemahaman yang kurang logis atau bahkan lebih buruk lagi apabila berbicara bohong serta tidak sesuai fakta.

Back To Top