Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

loading...

Pengertian Kesimpulan, Cara Menentukan, dan Contohnya

Pengertian Kesimpulan, Cara Menentukan, dan Contohnya -  Kesimpulan merupakan suatu pernyataan yang mengandung makna dari pembicaraan. Kesimpulan diperoleh dari untaian fakta-fakta yang terjadi. Sehingga, kesimpulan dapat berupa kalimat yang bersifat pendapat yang menggeneralkan fakta-fakta yang ada.

Kesimpulan merupakan hal yang paling intim dalam sebuah wacana. Inti dari sebuah pelajaran yang hendak diberikan melalui penjabaran - penjabaran fakta akan mengarahkan pada kesimpulan yang bersifat umum. Adakalanya, kesimpulan merupakan gagasan utama dalam sebuah paragraf, atau sebuah jawaban akan pembuktian suatu karya ilmiah. Perbedaan antara kesimpulan dengan kalimat / gagasan utama ialah, kalimat utama merupakan kesimpulan dalam dalam paragraf, sementara kumpulan gagasan-gagasan utama dalam sebuah teks dapat membentuk suatu kesipulan. Artinya, kesimpulan sangat bersifat umum dan dirangkai berdasarkan penjabaran-penjabaran fakta yang diuraikan. Perhatikan contoh berikut!!!

Data kriminalitas menunjukkan bahwa sebanyak 5987 kasus kejahatan menimpa anak-anak. Hal ini tentu menyita perhatian publik. Pasalnya sebanyak 2007 anak terlibat dalam tindak kejahatan, sementara sisanya sebagai korban. Kasus kejahatan ini meliputi pencurian, pembegalan, narkoba, dan seks. Meningkatnya kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak tentu menyita perhatian masyarakat. Pendidikan karakter yang digadang-gadang dapat membentuk karakter anak sesuai dengan karakter bangsa pun belum jelas terlihat. Pakar psikologi anak menjelaskan bahwa pendidikan karakter anak adalah tanggung jawab orang dewasa, meliputi pendidikan orang tua, masyarakat / lingkungan, dan juga sekolah. Oleh karena itu, pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama bukan hanya satu pihak

Pada contoh di atas, gagasan utama pada paragraf terletak di akhir paragraf (yang dicetak miring dan ditebalkan). Pada wacana diatas, gagasan utama juga merupakan kesimpulan. Kesimpulan dari wacana yang ingin disampaikan ialah masalah pendidikan anak (kalimat dengan penulisan bold dan italic). Kesimpulan pada paragraf diatas merupakan ide pokok yang terdapat pada akhir paragraf tersebut. Adapun macam-macam pola pengembangan paragraf dapat dibedakan berdasarkan letak kesimpulan atau ide pokok, yaitu deduktif dan induktif. Perbedaan yang mendasar ialah letak gagasan utamanya. Paragraf yang menjabarkan terlebih dulu kesimpulan baru fakta-fakta yang mendukung disebut dengan paragraf deduktif. Sebaliknya, paragraf induktif menjabarkan terlebih dahulu fakta-fakta atau alasan-alasan yang kemudian merujuk pada kesimpulan di akhir kalimat. 

Advertisement

Cara Menentukan Kesimpulan


Dalam soal-soal Bahasa Indonesia, terdapat beberapa soal wacana yang memiliki serangkaian pertanyaan salah satunya ialah menemukan kesimpulan. Perlu strategi dalam mengerjakan soal-soal tersebut, pasalnya teks cukup panjang dan waktu pengerjaan soal amat terbatas. Oleh karena itu, tidak tepat jika harus membaca keseluruhan teks untuk menentukan kesimpulan dari wacana tersebut. Lantas, bagaimanakah kiat-kiat  menentukan kesimpulan? Berikut ulasannya.

1. Scanning wacana


Tak perlu membaca secara keseluruhan wacana yang ada. Carilah kata kunci atau ide pokok pada tiap tiap paragraf.


2. Cara Merangkai Kesimpulan


Beberapa macam cara yang dapat digunakan dalam menyimpulkan, yaitu:

a. Teknik generalisasi

Kesimpulan diperoleh melalui proses penarikan pernyataan secara umum dari kalimat-kalimat fakta sebelumnya. Ciri khas teknik ini mengunakan kata dengan demikian. Perhatikan contoh berikut:

Hasil belajar siswa kelas X SMA Sumber Ilmu kurang memenuhi kriteria kelulusan minimum (KKM). Oleh karena itu banyak siswa yang mengikuti program remedial untuk mencukupi nilainya. Diketahui bahwa selama ini guru memberikan tugas diskusi kepada siswa tanpa arahan dan pengawasan guru. Selain itu, interaksi yang terjadi selama pembelajaran hanya satu arah. 

Kesimpulan yang dapat ditarik dari paragraf ialah “Dengan demikian, peran guru sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa, meski pembelajaran kini berbasis pada siswa yang aktif namun membutuhkan bimbingan dan arahan guru”. 

b. Teknik analogi

Yang dimaksud dengan analogi ialah membandingkan dua hal yang berbeda namun diperlihatkan kesamaan pada sisi tertentu. Perhatikan contoh berikut:

Hidup itu ibarat sebuah perjalanan yang memiliki tujuan. Ketika ingin memutuskan untuk pergi ke suatu tempat maka untuk meraihnya kita harus bergerak. Akan ada orang lain yang memiliki tujuan yang sama dalam menuju tempat tersebut. Namun, pada akhirnya masing-masing akan sampai pada waktu yang berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh bayak hal seperti, pemilihan angkutan yang akan mempengaruhi waktu kita untuk sampai pada tujuan tersebut. Angkutan umum relatif lebih lama dibanding mengendarai angkutan pribadi. Selain itu, perbedaan jarak antara rumah dengan tujuan kita juga akan mempengaruhi hal tersebut, rute perjalanan dan lainnya. Semua itu tergantung pada pilihan yang kita ambil.

Kesimpulan dari paragraf tersebut ialah, “Hidup ibarat perjalanan, memiliki tujuan. Cepat atau lambatnya kita dalam meraih tujuan adalah tergantung bagaimana kita memilih jalan untuk menempuhnya”. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top