Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

Contoh Laporan Hasil Diskusi

Contoh Laporan Hasil Diskusi – Diskusi bukanlah hal asing bagi kita. Diskusi merupakan suatu kegiatan dimana sekelompok orang (dua atau lebih) berkumpul saling berinteraksi untuk membahas suatu topik. Di sekolah, kita sering diberikan tugas oleh guru untuk mendiskusikan suatu mata pelajaran yang sedang dibahas. Diskusi dalam kelas diatur oleh guru, guru mengelompokkan siswa ke dalam suatu kelompok yang heterogen. Tujuannya untuk melatih kerja sama siswa dalam mencari solusi akan suatu topik. Selain itu, dengan diskusi, siswa dapat melatih diri untuk saling bergotong-royong dalam melakukan pekerjaan. Penerapan diskusi tidak dapat dilakukan pada setiap aspek aktivitas siswa.

Misalnya pada saat ujian, itu bukanlah momen yang tepat untuk melakukan diskusi dalam mencari penyelesaian dari tiap pertanyaan yang ada. Metode diskusi biasa digunakan guru saat pembelajaran berlangsung. Meskipun metode ini tidak hanya digunakan pada jam pembelajaran sekolah, namun beberapa acara lainnya juga sering menggunakan metode ini, seperti seminar, pelatihan, atau workshop. 

Dalam suatu pembelajaran, metode diskusi kerap kali dipilih oleh guru sebagai alternatif belajar. Metode ini dipilih karena efektif dalam proses belajar. Selain mengefisiensikan waktu, metode jenis ini juga dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran.

Sebuah diskusi, dapat diawali dengan brainstorming antar siswa, yang diperoleh dari pertanyaan yang timbul saat pembelajaran.Dan di akhir pembelajaran, guru biasanya senantiasa meminta laporan hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Dengan adanya laporan ini, dapat membantu guru untuk menilai kelompok mana yang benar-benar mengikuti jalannya diskusi. Oleh karena itu, seriap siswa dalam kelompok harus benar-benar mengikuti diskusi agar dapat membuat laporan diskusi dengan baik.

Bagaimanakah bentuk laporan hasil diskusi??? Pada artikel ini, kelasindonesia.com akan memberikan contoh teks yang berisi laporan hasil diskusi dalam suatu pembelajaran biologi. 

Advertisement
Laporan Hasil Diskusi Kelompok

Kelompok : I (SATU)
Kelas : XII IPA – 5 
Sekolah  : SMA Negeri 1 Natar, Lampung Selatan

I. Tujuan
Melatih kecakapan siswa serta saling menghargai dalam mengemukakan pendapat 

II. Topik Diskusi
Asal usul kehidupan

III. Pelaksanaan 
Waktu : Senin, 13 April 2015
Tempat : Kelas XII IPA 5, SMA N 1 Natar
Kelompok Penyaji : Kelompok 5, yang beranggotakan: 
- Diana Novita Sari (Sebagai Moderator)
- Made Sukawaryan (Notulen)
- I Putu Gede Swastika (Penyaji -1 / Ketua Kelompok)
- Septa Anggraini (Penyaji – 2)

Peserta : Seluruh siswa – siswi kelas XII IPA – 5 SMA N 1 Natar

IV. Hasil Dsikusi

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan untuk mengungkapkan teori tentang asal usul kehidupan, menghasilkan beberapa teori yaitu:

a. Teori abiogenesis

Teori ini dicetuskan pertama kali oleh tokoh filsuf yang berpengaruh pada masa itu, yakni Aristoteles. Teori ini mengungkapkan bahwa kehidupan (makhluk hidup) berasal dari benda tak hidup, atau dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea yaitu pembentukan secara spontan. Teori ini diperoleh Aristoteles berdasarkan pengamatannya terhadap benda-benda hidup sekitar, ia melihat ikan yang keluar dari lumpur, selain itu ia melihat belatung yang keluar dari daging yang membusuk. Berdasarkan pengamatannya itu, Aristoteles menyimpulkan bahwa makhluk hidup (belatung, ikan) muncul secara spontan dari benda tak hidup (lumpur, daging) dengan adanya gaya hidup. Teori ini didukung oleh ilmuwan lainnya yakni A.V. Leewuenhoek, dan J. Needham.

b. Teori biogenesis

Merupakan teori yang menentang teori abiogenesis, yaitu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup (kehidupan) berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Teori ini didapatkan dari percobaan yang dilakukan oleh Francisco Redi, L. Spalanzani, dan Louis Pasteur. Pada percobaan yang dilakukan Pasteur lah teori abiogenesis dapat ditumbangkan setelah berabad-abad dipercaya oleh masyarakat.

c. Teori Biokimia

Teori ini diungkapkan oleh beberapa ilmuwan modern yakni Oparin, H. Urey dan S. Miller. Menurut teori ini, kehidupan terbentuk dari reaksi antara senyawa-senyawa kimia yang pertama kali terdapat di bumi, yaitu senyawa metana (CH4), hidrogen (H2), amoniak (NH3), dan air (H2O) yang bereaksi akibat adanya energi listrik yang berasal dari halilintar. Reaksi keempat senyawa ini membentuk endapan dalam bentuk asam amino, kemudian dari asam amino yang terbentuk, menginisiasi pembentukan makhluk hidup yang pertama, heterotrof. Akibat aktivitas biologis dari organisme tersebut, maka menginisiasi pembentukan makhluk hidup selanjutnya yang bersifat autotrof. Kemudian, adanya pengaruh lingkungan dan sebagainya menyebabkan pembentukan kehidupan seperti sekarang yang amat beragam.

V. Kesimpulan dan Saran 

Berdasarkan diskusi yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa asal-usul kehidupan masih bersifat misteri. Meski kemajuan teknologi makin muthahir, namun hal itu belum dapat menjawab bagaimana kehidupan ini berawal. Teori-teori yang diungkapkan oleh para ilmuwan, kerap kali terdapat kekeliruan dengan ditemukannya teori-teori yang baru. Dengan demikian, asal-usul kehidupan masih belum ditemukan kebenarannya. 

Adapun saran terkait jalannya diskusi ini yaitu, meski sudah berjalan dengan baik, namun moderator kurang berperan dalam mengatur jalannya diskusi. Sehingga materi diskusi yang sedang dibahas menjadi tidak fokus pada topik yang disajikan. Kemampuan menjawab para penyaji pun dirasa kurang menguasai materi ini. Sehingga, terdapat beberapa pertanyaan yang belum terjawab. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top