Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

Contoh Cerita Fabel untuk Anak-Anak Terbaru

Contoh Cerita Fabel untuk Anak-Anak - Fabel merupakan seni drama yang menceritakan kisah kehidupan hewan- hewan yang menggambarkan kisah kehidupan manusia. dapat dikatakan bahwa fabel merupkan seni drama yang menggunakan lakon hewan. Penyampaian pesan- pesan yang akan diungkapkan terkandung dalam setiap lakon yang dibawakan oleh tokoh- tokoh hewan. Hewan- hewan yang ditampilkan dalam cerita fabel biasanya adalah penggambaran tokoh atau sifat manusia. sehingga dalam hal ini sifat- sifat manusia digambarkan dalam bentuk hewan. Dalam cerita fabel mengandung pesan- pesan yang ingin disampaikan melalui lakon yang diperankan oleh hewan- hewan tersebut. Biasanya, hewan- hewan yang digunakan adalah hewan –hewan yang familiar dengan orang awam, agar lebih mudah dalam menyampaiakn pesan moral. Dengan fabel, nasihat- nasihat yang ingin disampaikan lebih menarik karena menggunakan hewan – hewan. Meski demikian, fabel sering memasukkan tokoh manusia ke dalamnya namun pernananya sangat minim. Cerita fabe merupakan cerita fiksi atau imajinasi penulis saja dengan maksud untuk menyampaikan pesan agar terlihat menarik. Sering kita melihat ditelevisi atau membaca dalam buku cerita, bentuk – bentuk fabel yang disajikan dengan cerita yang apik. Dalam artikel ini akan diberikan satu contoh fabel untuk anak- anak. Semga menghibur.

Hewan dan Pemburu

Alkisah hiduplah sekawanan hewan di padang rumput Afrika yang penuh kedamaian. Hingga pada suatu hari, datanglah sekelompok singa yang memasuki daerah tersebut. Kelompok itu dimpin oleh Romi, si singa jantan yang membawa empat betinanya. Sejak saat itulah, warga parum tak pernah nyenyak tidur, mereka gelisa sepanjang waktu mengkhawatirkan kelangsungan hidupnya.

Sebagai pemimpin kelompok, Romi terkenal dengan kejam dan pemalas. Romi selalu mengandalkan empat istrinya untuk menangkap mangsa, setelah itu ia akan menguasainya. Namun, hal ini merupakan adalah suatu konsekuensi bagi mereka. Karena Romi akan menjaga anak- anak serta keamanan mereka dari serangan singa atau hewan lain.

Setiap harinya, singa – singa jantan itu memburu siapa yang lemah, sehingga menimbulkan momok bagi hewan- hewan lain terutama kelompok anak- anak. Pada suatu hari, anak – anak romi pergi bermain di sekitar wilayahnya.

“ ayah, bolehkan kami keluar bermain??? Kami sangat bosan di sini menunggu ibu pulang”, ujar sulung, anak pertama Romi.

“ Tidak!!! Kau tidak boleh kemana- mana sampa Ibu-Ibumu pulang!!!”, tangkas Romi.

“ o. O..ohh, ayolah Ayah, biarkan kami main sebentar saja. Hanya di sekitar sini kok Ayah. Kami ini kan anak penguasa wilayah masa kami harus takut”, Rayu Tio, anak bungsu Romi.

“Kau benar, kalian ini adalah anak- anak ku, aku tidak boleh takut akan apapun. Karena semua takut padaku. Hahahaha “, ungkap Romi bangga.

“jadi kami boleh main Ayah??”, tegas Dayu, anak gadis Romi.

“Ya tentu, kalian tidak perlu takut, pergilah!!! Dan jangan terlalu jauh Oke. Aku harus mengawasi kalian”, jawab Romi.
‘ yeee.. asikk akhirnya kita bermain di luar. Terima kasih Ayah”, ucap anak-anak Romi.

Walhasil, pergilah ketiga ana – anak Romi bermain di padang rumput yang luas. Ketika mereka sedang asik bermain, mereka melihat sekelompok anak rusa, jerapah, dan juga kelinci yang sedang asik bermain petak umpet. Ketiga anak singa itu tertarik ingin ikut bermain bersama mereka, dan akhirnya mereka memutuskan untuk menghampiri sekelompokan anak- anak hewan yang sedang bermain.

“ Haii,, apakah kami boleh ikutan bermain???”, sapa Tio si bungsu.

“Heii, kau singa.. Kami tidak ingin ada singa di sini. Pergi kau!!!” sambut Rori si anak rusa.

“iya, kami tidak ingin ada singa di sini. Pergi!!”. Tambah Dio si kelinci.

“ Tapi kenapa kalau aku singa??? Kau tidak tau ayahku adalah penguasa di sini??? Jadi biarkan kami bermain dengan kalian”, tanya Dayu.

“ ayahmu bukanlah penguasa disini. Dulu tempat ini damai. Tapi kedatangan kalian merusak segalanya. Kalian adalah perampok negeri kami. Pergi!!!”, jawab kelinci

“ itu tidak benar, Ayahku menjaga keamanan wilayah ini demi kalian”, jawab Tio.

“ Apa??? Menjaga keamanan??? Hahaha, yang benar saja! Ayahmu hanya peduli dengan keserakahan. Apakah pernah kau tau apa yang dilakukan ibu-ibumu setiap hari??”, sahut jerapah.

“tentu, Ibu-ibuku setiap hari bekerja, sedangkan ayah menjaga keamanan wilayah. Pekerjaan yang sangat hebat bukan???”, jelas Dayu.

“Ibumu setiap hari memburu, membunuh, dan memakan kami. Itukah yang kau bilang hebat??? Penguasa macam apa keamanan seperti apa yang ayahmu cipatakan. Jelaskan padamu. Keamanan macam apa, jika setiap harinya merasa tidak tenang. Coba kau jelaskan!!!”, ungkap serli sambil menangis, si anak rusa yang sejak dari tadi terdiam.

“Hei, hati- hati bicaramu, jika kau ingin selamat”, tangkas sulung.

“kakak, jangan menakuti mereka. Kita ingin berteman bukan mencari musuh”, ucap Dayu kepada sulung.

“kau siapa, kenapa kau berbicara seperti itu”, tanya serli kepada anak rusa dengan lembut.

“aku serli, aku anak rusa. Ketika ibuku pergi mencari makan untukku, ia tak pernah kembali. Aku mencarinya sepanjang hari tapi aku tak pernah menemukannya. Sampai pada suatu hari, terdengar kabar bahwa ibu telah ditemukan, namun ketika aku kesana, aku hanya melihat jasad ibuku yang tak berdaya. Tubuhnya penuh luka bahkan tanduknya mengilang. Para tetua bilang bahkan itu adalah ulah singa. Itu ulah keluargamu. Apa kau dengar?? Jelas serli kepada anak- anak singa.

“ kau pasti salah paham, kami tidak memburu kalian. Kalian adalah teman. Percayalah”, jawab Tio.

“Kau bohong, lalu apa yang terjadi dengan Ibuku dan saudara- saudaraku yang lain??? Kau tidak tau apa yang aku rasakan. Setiap hari aku ketakukan. Pergi kau dasar anak singa”, ucap serli kesal.

Seketika itupun serli dan kawan- kawan pergi meninggalkan anak- anak singa.

“hei, hei, tunggu, mau kemana kalian??? Bukankah kita akan bermain??? Hei!!!”, panggil Dayu.

“sudahlah,biarkan mereka pergi. Ayo kita pulang saja”, pinta Sulung.

Ketiga anak singa pun akhirnya kembali pulang, sepanjang perjalanan mereka bercakap-cakap kisah yang dialami oleh Ibu serli.

“kakak, apakah benar Ibu membunuh Ibu serli???”, tanya Dayu

“aku tidak yakin. Tpi kurasa itu bukan ulah Ibu. Kau ingatkan kalau Ibu bilang ia tidak berburu, tapi mencari hewan- hewan yang telah mati untuk kita makan”, ungkap Sulung meyakinkan adik-adiknya.

“kau benar kakak, mereka pasti telah salah sangka.” Ujar Tio percaya.
Advertisement

Percakapan cukup panjang antara anak- anak singa itu. Ketika di tengah perjalanan, ketiga anak singa menemukan Rusa dengan luka di sekujur tubuhnya serta kepalanya berdarah karena kehilangan tanduk. Anak- anak singa itu pun menghampiri Rusa yang tengah di ujung maut.

“bibi, bibi, bibi, kau kenapa? Kau baik- baik saja???” tanya Dayu.

“Sulung dan Tio berlarian mencari pertolongan, “tolong...tolong...tolong...”

Dan segerombolan hewan – hewan pun datang.

“hey, anak- anak singa. Apa yang kau lakukan?? Apakah ini perintah ayahmu??? Kau membunuh rusa yang tidak bersalah”, tuduh kiro si gajah.

“bukan paman, kau salah paham. Aku menemukan bibi ini sudah seperti ini. Lihat ini paman. Bibi masih hidup. Tanyakan padanya jika kau tidak percaya”, jelas Dayu.

“Rubi, apa yang terjadi padamu??? Katakan???”, Tanya Kiro kepada rusa yang terluka itu.

“Dia benar kiro. Anak- anak singa ini tidak bersalah. Pemburu- pemburu itu yang melakukan ini padaku. Untung saja Raja singa itu segera datang. Kalau tidak aku sudah mati. Aku cukup terluka dengan peluru- peluru mereka”, jelas Rubi.

“oke, kau diamlah. Aku akan membawamu ke tabib Sukui si jerapah yang terkenal ampuh. Ayo semuanya bubar”, jawab Kiro.

Setelah menolong Rubi yang terluka, penghuni padang rumput berbondong-bondong menuju singgasana Raja singa. Mereka mendiskusikan masalah yang terjadi.

“ada masalah apa kalian ramai-ramai ke mari???” tanya Romi si Raja Singa

“Wahai Raja Singa, kenapa kau tak bilang kalau ada pemburu di wilayah kita??? Tiga warga telah terbunuh. Kami kira itu adalah ulahmu. “, ungkap Kiro

“Benar, Sudah satu pekan ini wilayah kita dimasuki pemburu. Aku tidak mengatakannya karena aku tidak ingin kalian risau. Aku dan istri – istriku telah berjanji menjaga kalian. Namun, pemburu-pemburu itu tetap saja datang dengan peralatan-peralatan yang makin canggih.”, jelas Romi.

“kalau begitu, kami akan membantumu untuk menangkap pemburu- pemburu itu, jelas Kiro.

“Ya benar, kami akan membantumu”, sahut hewan-hewan lain.

“aku tidak ingin melibatkan kalian. Keamanan wilayah ini adalah tanggung jawabku”, ungkap Romi dengan gagah

“tapi Ayah, mereka benar. Jika kita bersama-sama kita akan menangkap pemburu-pemburu itu dan membuat mereka jera”, ungkap Sulung.

“dengarlah Raja Singa. Anakmu benar”, ungkap Kiro

“baiklah jika begitu, mari kita atur strategi”, Romi menyetujui.

Dan akhirnnya mereka mengatur strategi untuk menangkap para pemburu itu.

Suatu hari, kelompok pemburu-pemburu itu datang. Kedatangan mereka diketahui pertama kali oleh jerapah, sesuai dengan strategi, jerapa membuat suara-suara yang merupakan sinyal bagi yang lainnya. Hewan- hewan yang lain saling bersiap. Kali ini Kiro yang akan menjadi umpan. Para hewan yakin pemburu-pemburu itu akan mengambil gading yang dimiliki kiro.

Pemburu1: hey, hey, lihat ada gajah.

Pemburu2: wah, hari ini benar-benar keberuntngan bagi kita. Kita akan mengambil gadingnya buka??? Kolektur itu pasti akan membayar mahal.

Pemburu1: iya kau benar, dan aku akan berlibur ke Dubai setelah pembayaran lunas.

Pemburu2: sudah jangan berisik. Nanti gajah kita kabur. Ayo fokus bekerja.

Para pemburu itu tidak sadar kalau sebenarnya yang sedang diintai adalah dirinya. Para hewan telah bersiap dengan jaringnya. Ketika para pemburu itu makin dekat dengan si Kiro, dan haaap, jaringpun dilepaskan. Para pemburu itu panik apa yang terjadi dengan mereka.

Pemburu1: hey apa ini. Kenapa kita tersangkut jaring???

Pemburu2: aku juga tidak tahu. Apa mungin ada pemburu lain yang akan menangkap hewan – hewan ini???

Tiba-tiba, terdengar auman singa. Singa dan gerombolan hewan mengelilingi pemburu yang tersangku jaring. Para pemburu itu bergetar ketakutan.

Raja Singa: aaauuummm,, hey manusia. mengapa kau membunuh saudara-sauadaraku???

Pemburu1: a..a..aku hanya ingin mengambil tanduknya saja.

Raja singa: auuumm,dasar kau manusia tidak memiliki rasa belas kasihan. Kami juga punya hak untuk hidup. Keserakahanmu membuatmu buta. Kau tidak memperhatikan nasib kami. Apa kau ingin menjadi makananku??

Pemburu2: ti..ti. tidak Raja Singa. Kami hanya disuruh, sungguh maafkan kami. Daging kami tidak enak, kami telah banyak membunuh saudara-saudaramu terbunuh, maafkan kami.

Raja Singa: Kau ini manusia yang memiliki akal, seharusnya kau ini ikut melestarikan kami. Katakan pada atasanmu dan manusia-manusia lain untuk tidak mengambil secara paksa, gading, tanduk dari saudara-saudara kami. Biarkan kami hidup bebas.

Pemburu1: baik kami janji

Raja singa: apa kau bisa memegang janjimu?

Pemburu2: te..tentuuu

Raja singa: aaaaummm, lepaskan dia.

Kiro: tapi Raja, bagaimana kalau mereka berbohong

Raja Singa: mereka akan menanggung akibatnya.

Akhirya para pemburu itu dilepaskan oleh kawanan hewan. Pemburu-pemburu itu lari terbirit-birit.

Waktu telah berlalu, meski tidak ada lagi pemburu, para hewan tetap saling kompak berjaga menjaga keamanan wilayah mereka, dan akhirnya mereka hidup damai tanpa pemburu.

Pesan moral yang ingin disampaikan. Dengan kebersamaan dan rasa saling percaya maka kita mampu mengusir orang-orang yang ingin mengambil kekayaan wilayah. Saling tolong menlong dan salinng bahu membahu menjaga keamanan wilayah adalah tugas bersama.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top