Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

4 Contoh Paragraf Argumentasi Sebab Akibat dan Ciri-Cirinya

4 Contoh Paragraf Argumentasi Sebab Akibat dan Ciri-Cirinya - Jika dilihat dari makna katanya “argument” adalah sebuah alasan atau pendapat seseorang, jadi yang dimaksud dengan paragraf argumentasi adalah suatu paragraf yang mengandung pendapat – pendapat pribadi penulisnya tentang suatu permasalah yang terjadi disertai dengan data atu bukti untuk memperkuat pendapat tersebut.

Paragraf argumentasi hampir sama dengan paragraf eksposisi. Hal yang membedakan adalah paragraf ini cenderung lebih membuat pembacanya agar meyakini apa yang sedang mereka baca. Sedangkan paragraf eksposisi hanya memberi informasi saja tanpa memaksa pembaca untuk meyakininya.

 

Ciri – Ciri Paragraf Argumentasi


Agar tidak terjadi salah konsepsi antara paragraf argumentasi dengan eksposisi, berikut ini adalah ciri – ciri paragraf argumentasi.

1. Mengemukakan ide tentang suatu permasalahan yang sedang hangat – hangatnya terjadi di dalam masyarakat.
2. Berisi tentang pendapat – pendapat penulis yang dijabarkan dengan sangat jelas dan disertai dengan bukti berupa data, fakta, maupun contoh.
3. Pendapat – pendapat yang disampaikan harus jernih, sehat, kritis atau logis.
4. Data – data yang disajikan berupa hasil dari sebuah observasi atau pengamatan. Dengan kata lain, bukan data asal – asalan.
5. Menyajikan kesimpulan di akhir paragraf berupa inti dari permasalahan tersebut.

 

Jenis – Jenis Paragraf Argumentasi


Ada dua macam bentuk pengembangan paragraf argumentasi, diantaranya adalah argumentasi sebab – akibat, dan argumentasi akibat – sebab. Pada kesempatan ini, penulis akan membahas paragraf argumentasi sebab – akibat.
Advertisement

 

Paragraf Argumentasi Sebab - Akibat


Paragraf argumentasi sebab – akibat adalah paragraf argumentasi yang pengembangannya berasal dari suatu permasalahan yang diawali dengan sebab – sebab terjadinya permasalahan tersebut kemudian mengarah pada suatu konklusi yang berbentuk akibat yang timbul dari sebab sebab yang telah diuraikan sebelumnya.

Contoh 1

Perilaku remaja saat ini telah keluar sangat jauh dari nilai – nilai moral yang berlaku di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah bebasnya budaya barat yang masuk ke Indonesia. Budaya – budaya yang masuk tersebut ditiru dan dijadikan suatu kebiasaan baru oleh remaja saat ini, sayangnya perilaku – perilaku yang ditiru adalah perilaku buruk dari budaya tersebut, misalnya seks bebas, narkoba dan lain – lain. Faktor yang kedua adalah lemahnya ilmu agama yang dimiliki oleh para remaja. Padahal, ilmu agama sangatlaah berguna karena bisa mengontrol diri untuk menghindari suatu perbuatan yang buruk. Yang terakhir adalah kurangnya pengawasan dari orang tua. Orang tua sangat bertanggung jawab atas perilaku anak – anaknya. Orang tua yang tidak mempedulikan anaknya akan membuat mereka merasa tidak disayangi akhirnya mereka mencari rasa sayang itu di luar. Hal ini lah yang akan membuat mereka terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Akibat dari faktor – faktor tersebut, walhasil perilaku remaja saat ini menjadi bertolak belakang dengan nilai – nilai yang ada.

Contoh 2

Saat ini sampah berserakan di mana – mana. Hal ini bisa kita lihat di sekeliling kita. Sampah – sampah tersebut biasanya berasal dari orang – orang yang tidak bertanggung jawab dan malas membuang sampah pada tempatnya. Sampah – sampah yang berkumpul itu menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mencemarkan udara. Selain itu, tumpukan sampah tersebut menjadi sarang berbagai macam penyakit yang sangat berbahaya. Sumber penyakit tersebut akan terbawa dengan udara sehingga akan terhirup oleh kita. Akibatnya, kita akan menjadi sakit dan tentunya juga akan menular kepada orang lain yang menghirup udara yang sama tersebut.

Contoh 3

Biaya pendidikan di Indonesia sangatlah mahal. Meskipun pemerintah telah memberikan bantuan, tetapi tetap saja para murid harus membayar beberapa biaya untuk keperluan sekolah, seperti baju, buku, dan lain – lain. Mahalnya biaya pendidikan ini tidak hanya sebatas pada sekolah dasar saja, tetapi hingga di perguruan tinggi. Bahkan biaya untuk menempuh pendidikan di kampus amat sangat mahal karena pemerintah tidak memberikan bantuan langsung kepada perguruan – perguruan tinggi. Banyak anak – anak yang setelah lulus dari SMA lebih memilih untuk mencari pekerjaan saja daripada melanjutkan di perguruan tinggi. Akibatnya, pendidikan di Indonesia tidaklah merata dan hanya terkonsentrasi kepada orang yang mampu saja. Sedangkan bagi orang yang kurang mampu, pendidikan tinggi hanyalah sebuah angan.

Contoh 4

Narkoba mengandung beberapa zat – zat yang sangat berbahaya bagi tubuh. Salah satunya adalah zat addiktif. zat inilah yang akan menggangu sistem saraf kita. Zat addiktif yang telah masuk ke dalam tubuh akan menuntut otak untuk terus mengkonsumsinya. Akibatnya, para pengkonsumsi narkoba akan menjadi sakaw dan tak bisa terlepas dari narkoba.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top