Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

loading...

Pengertian dan Contoh Majas Anafora Lengkap

Pengertian dan Contoh Majas Anafora Lengkap - Anafora merupakan bagian dari gaya bahasa dengan ciri khas menggunakan kata – kata yang diulang – ulang. Dalam majas anafora, pengulangan kata terjadi di awal kalimat pada setiap baris atau setelah tanda koma pada satu kalimat. Dalam kalimat anafora, terjadi pengulangan kata atau frasa yang mana dimaksudkan untuk mempertegas suatu makna dari gagasan atau ide yang ingin diungkapkan. Pengulangan – pengulangan kata pada anafora dapat memberi makna penegasan. Oleh karena itu, anafora juga dikelompokan sebagai majas penegasan. Mengingat bentuk dari kalimat anafora, dapat juga dikelompokkan sebagai pecahan dari majas paralelisme, yang mana merupakan majas perulangan. Kalimat – kalimat pengulangan seperti anafora ditemukan sangat banyak dalam puisi – puisi, atau dapat juga digunakan dalam kalimat berbentuk pertanyaan namun tidak membutuhkan jawaba. Hal ini karena maksud dari pengulangan – pengulangan kata tersebut hanya untuk mempertegas maknanya saja.

 

CONTOH – CONTOH KALIMAT ANAFORA


Contoh anafora dalam sebuah puisi yang sengaja dibuat oleh penulis:

Dunia oh dunia, kau adalah panggung sandiwara
Dunia oh dunia, setitik tempat dari semesta yang penuh tipu muslihat
Dunia oh dunia, banyak yang terlena
Dunia oh dunia, banyak yang lupa jika kau hanya sementara


Majas anafora juga dapat digunakan sebagai sebuah rangkaian pengingat, kritikan terhadap seseorang. Berikut contoh kritikan terhadap penguasa:

Dear penguasa, belum genap setahun kau memimpin, namun banyak hal yang telah kau lakukan
Dear penguasa, namun kenapa perintahmu bagai tali dileher kami
Dear penguasa, apakah kau masih ingat dengan janji – janjimu dulu???
Dear penguasa, apakah kau masih mengingatnya???
Dear penguasa, lalu kemanakan janji – janji itu setelah kau menang???
Dear penguasa, apa yang kau lakukan kini
Dear penguasa, jawab aku
Dear penguasa, bagaimana dengan kami, si rakyat cilik
Dear penguasa, kenaikan harga – harga ini bagai malaikat maut yang siap merenggut hidup kami
Dear penguasa, kami tak mampu menghidupi keluarga kami
Dear penguasa, aku percaya padamu karena kau simbol rakyat cilik seperti kami
Dear penguasa, namun apa kenyataannya kini kau justru berpihak pada mereka
Dear penguasa, apa yang terjadi dengan dirimu?
Dear penguasa, jangan nodai kepercayaan kami
Dear penguasa, kami percayakan negeri ini dibawah nahkodamu
Dear penguasa, kami percaya kaulah singa di gurun pasir
Dear penguasa, penuhilah janjimu itu, abaikan mereka
Dear penguasa, kami siap mendukungmu melawan penjajah


Advertisement


Contoh anafora dalam kalimat

1. Kemana kau akan pergi, kemana kau akan membawanya, kemana akan kucarikan dirimu.
2. Meski lelah tetap mencari, meski sulit tetap memberi, meski tak diberi terus mencari dimana hati nurani.
3. Dibalik kata tersimpan makna, dibalik makna tersimoan maksud, dibalik maksud tersimpan hasrat.
4. Tahukah kau betapa aku mengenalmu, tahukan kau betapa aku menyayangimu, tahukah kau betapa aku amat mencintaimu.
5. Cinta adalah anugerah, cinta adalah petaka, cinta adalah dua mata sisi koin, cintailah cinta yang membesarkan bukan yang menghancurkan.
6. Memberi tak harus kaya memberi tak harus ada, memberi dengan hati bukan karena paksaan.
7. Kini semua sudah berubah, kini semua semakin mudah, namun kini rasa kemanusiaan mulai sirna.
8. BBm naik harga pangan ikut naik, bbm naik rakyat menjerit, bbm naik dikala minyak dunia turun, sungguh aneh. Bbm naik pantaskah.
9. Pesonamu tak seindah dulu duhai kekasih, pesonamu kian memudar bersama hingarbinar dunia malam, pesonamu bagai kelam ditelam badai, pesonamu kau berikan pada sebutir ekstasi menelan paras cantikmu yang ayu.
10. Indah dunia membuat aku terlena, indah dunia membuat aku lupa, indah dunia hanya sementara.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top