Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

Pengertian, Contoh Paragraf Deskripsi, dan Ciri-Cirinya

Pengertian dan Contoh Paragraf Deskripsi - Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan atau melukiskan sebuah objek tertentu melalui kata-kata yang bisa merangsang panca indera sehingga pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri benda objek yang dideskripsikan oleh penulis.

Aspek-aspek yang digambarkan dapat berupa karakterstik, keadaan, sifat atau perasaan yang dimiliki oleh objek tersebut.

Tujuan paragarf deskripsi adalah memberi gambaran utuh kepada pembacanya agar mereka mengetahui apa yang sedang dibicarakan dengan jelas baik dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa dan lain-lain.

Paragraf deskripsi merupakan hasil observasi atau pengamatan, jadi informasi yang digunakan untuk menggambarkan suatu benda atau objek harus jelas dan sesuai fakta dan data yang ada pada objek tertentu.

 

Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi


1. Menggambarkan atau melukiskan suatu objek seperti benda, tempat, atau suasana tertentu.
2. Melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
3. Menjelaskan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti warna, ukuran, bentuk, dan kepribadian secara terperinci.
4. Banyak ditemukan kata-kata atau frase yang bermakna keadaan atau kata sifat.

 

Pengembangan Paragraf Deskripsi


Paragraf deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis paragraf, yaitu paragraf deskripsi spatial, subjektif dan objektif

1. Deskripsi Spatial

Paragraf ini menggambarkan atau melukiskan suatu objek yang berupa ruang atau tempat.

Contoh:

Ruangan berukuran 7m x 8m ini sungguh sangat nyaman ditempati. Dindingnya dicat dengan warna putih dengan sedikit corak hitam pada bagian bawahnya. 3 buah sofa empuk berwarna biru dan sebuah meja kayu diletakkan di tengah-tengah ruangan. Sebuah rak buku yang lumayan besar diletakan di pojok ruangan bersandar pada dinding. Disana banyak terdapat buku-buku seperti majalah, buku pelajaran, novel yang disusun dengan rapih dan urut. Sebuah pot yang berisi pohon palem kecil disandingkan dengan rak buku itu yang seakan-akan menyatu dengan rak buku yang dicat dengan warna hijau muda. Sirkulasi udara di dalam ruangan itu sangat lancar karena memiliki 2 buah jendela yang cukup besar.  Diluar ruangan, terdapat sebuah taman bunga kecil berukuran 3m x 4m yang ditanami beberapa tanaman hias seperti mawar, melati dan bougenvil. Indahnya taman bunga itu turut menambah kesejukan suasana di ruang OSIS SMA N 3 Suka Maju.


Advertisement

2. Deskripsi Subjektif

Paragraf ini berisi gambaran atau lukisan objek yang didasarkan tafsiran atau kesan perasaan penulisnya. Penulis menggambarkan objek tersebut dengan opini atau kesan pribadinya.

Contoh:

Bagi sebagian orang, pantai kapuk merupakan tempat yang kurang menarik karena pengunjungnya yang sepi. Namun, menurutku pantai yang terletak di Kecamatan Suka Jaya ini sangat nyaman dan tenang. Pantai ini juga sangat bersih. Bahkan tidak ada sampah sedikitpun yang ada hanyalah hamparan pasir yang luas. Pemandangan alam di sana pun menurutku sangat cantik. Apalagi jika hari sudah mulai senja, kita akan melihat pemandangan sunset yang indah. Jangan tanya tentang ombaknya, ombak di pantai ini merupakan ombak yang paling bagus. Walupun besar namun tidak begitu deras sehingga cocok untuk para peselancar. Di bagian selatan pantai ini terdapat tumpukan batu-batu besar yang dipercantik dengan ombak yang menghantam pinggiran batu itu. Spot ini sangat cocok untuk berfoto. Itulah beberapa alasan mengapa pantai kapuk ini merupakan pantai yang sangat indah dn nyaman. Walaupun masih sepi, pantai ini tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai yang ada di pulau bali.

3. Deskripsi Objektif

Deskripsi objektif adalah suatu paragraf yang menggambarkan atau melukiskan suatu objek tertentu secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaan yang sebenarnya pada objek tersebut. Paragraf ini tidak disertai dengan opini atau kesan penulis.

Contoh:

Pantai Kapuk terletak di Kecamatan Suka Jaya, Kabupaten Mekar Sari, Bandar Lampung. Pantai ini berjarak 15 KM dari pusat kota dan memerlukan waktu sekitar 7 jam untuk tiba di sana. Pantai ini cukup bersih dan tidak ada sampah. Pasir putih yang halus terhampar luas di seluruh pantai itu. Ombaknya cukup besar dan tinggi sehingga tidak dianjurkan untuk berenang di pantai ini. Di bagian selatan terdapat tumpukan batu-batu yang besar dan tinggi. Di bagian timur pantai ini berupa hutan yang masih alami. Sedangkan di bagian barat pantai ini terdapat sungai kecil yang langsung menuju lautan lepas. Hampir di sepanjang pantai ini banyak sekali pohon kelapa yang berbaris rapi seolah olah menjadi pagar alami. Pantai ini berjarak 2 KM dari jalan utama sehingga kita harus memarkirkan kendaraan kita di tempat yang telah disediakan dan kita harus jalan menembus hutan yang cukup lebat untuk melihat keindahan pantai ini.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top