Portal pembelajaran Bahasa Indonesia secara Online

loading...

Contoh Naskah Pidato Tentang Hari Pahlawan (Singkat & Terbaik)

Contoh Teks Naskah Pidato Tentang Hari Pahlawan (Singkat & Terbaik) - Sangat memungkinkan apabila kita mengenang jasa-jasa para pahlawan menggunakan sebuah pidato yang disampaikan penuh semangat. Seperti pada pidato berikut ini.

Assalamualaikum, wr. wb.

Selamat pagi

Kepada yang terhormat kepala sekolah SMA Negeri 10 Tanjung Sari, Bapak Chairul Ichwan, M.Pd
Yang terhormat semua guru dan staf administrasi SMA Negeri 10 Tanjung Sari
Dan seluruh teman-teman yang saya banggakan

Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita mengucap syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, ni’mat, taufiq serta hidayah-Nya yang telah diberikan kepada kita sehingga kita semua dapat berkumpul di dalam ruangan ini tanpa halangan sedikitpun dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional. 

Tidak lupa, marilah kita sampaikan sholawat beserta salam kepada nabi kita Muhammad SAW, yang telah membawa kita keluar dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang ini, semoga kita bisa dipersatukan olehnya di dalam surga kelak. Selanjutnya perkenankanlah saya untuk dapat menyampaikan sebuah pidato singkat yang bertemakan “Meneladani Perjuangan Perlawanan 10 November” untuk mengingatkan kita kembali akan bersejarahnya hari itu dalam kemerdekaan Indonesia.

Hadirin yang berbahagia,

Marilah kita menundukan kepala dan berdoa sejenak untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur demi membela bangsa ini dari tangan penjajah. Hening cipta mulai!

Sungguh besar jasa mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang dapat kita nikmati saat ini dari belenggu penjajah selama 3.5 abad lamanya. Oleh karena itu, pada hari ini, tepat 10 November, marilah kita mengenang para pedahulu kita yang telah mencurahkan seluruh tenaga, pikiran dan harta mereka untuk memperjuangkan kemerdekaan negara kita ini. Mereka tidak kenal rasa takut dalam melawan para penjajah meskipun hanya menggunakan bambu-bambu runcing dan taktik yang seadanya. Namun, semua keterbatasan itu dapat dikalahkan oleh semangat untuk mengusir penjajah dari tanah kita ini yang telah menguras harta dan menyiksa bangsa kita.


Advertisement

Hadirin yang berbahagia,

Tepat 10 November beberapa puluh tahun yang lalu, di Surabaya, meletuslah sebuah peperangan yang dahsyat dipimpin oleh Bung Tomo melawan 30.000 pasukan bersenjata musuh. Mereka berjuang dengan gigih dan rela meneteskan darah, keringat dan air mata agar bisa mengibarkan bendara merah-putih di Surabaya. Semangat mereka terbakar oleh sebuah pidato yang dilakaukan oleh seorang pejuang melalui sebuah radio yang dengan lantang menyeuarakan lebih baik mati daripada dijajah kembali. Mendengar pidato tersebut, seluruh arek-arek Suroboyo turun ke jalan untuk mengusir penjajah.

Meskipun, ribuan pasukan Indonesia saat itu gugur demi mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah yang ingin kembali merampas kemerdekaan kita. Semangat yang ditularkan oleh Bung Tomo melalui pidatonya telah menggugah para pejuang di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan yang sama. Atas keheroikannya, Bung Tomo dijadikan sebagai pahlawan nasional dan 10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan untuk mengingatkan kita akan hari yang bersejarah itu.

Hadirin yang berbahagia,

Dalam rangka memperingati hari pahlawan ini, marilah kita meneladani semangat juang dan rela berkorban para pahlawan yang begitu besar. Kita juga harus menerima tongkat estafet perjuangan untuk menjaga apa yang telah diwariskan kepada kita yakni, kemerdekan Indonesia.

Sudah semestinya kita bersyukur kepada Allah SWT karena kita tidak perlu lagi berjuang dengan mengangkat senjata atau bergerilya di tengah-tengah hutan belantara. Yang harus kita lakukan hanyalah mengisi kemerdekaan ini dengan melakukan hal-hal yang positif seperti berprestasi, melaksanakan pembangunan, dan menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia ini.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berdoa agar arwah para pahlawan yang telah mendahului kita diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa karena berkat jasa-jasa merekalah, kita terbebas dari belenggu penjajah. Kita juga harus berterima kasih kepada para pahlawan kemerdekaan ini, Terima kasih kepada seluruh pahlawan nasional, Khususnya Bung Tomo, Tentara kemerdekaan, dan warga sipil yang telah gugur di pertempuran 10 November, karena semangat kalian itulah kita bisa mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Jasa-jasa kalian akan selalu abadi terukir di hati kami, penerus kemerdekaan ini.

Para hadirin sekalian!

Sebelum saya mengakhiri Pidato ini, marilah kita pekikkan semboyan persatuan dengan lantang ‘SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA” “Indonesai jaya” Semoga bangsa ini tetap dikaruniai kemerdekaan dan persatuan oleh Tuahan Yang Maha Esa dan semoag Kita semua selalu berada di bawah lindungan-nya. Amin.

Demikianlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan kali ini, apabila ada kesalahan ucapan atau menyinggung perasaan saya  mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kepada Allah SWT saya mohon ampun. Semoga pidato saya kali ini berguna untuk kita semua.  Terimakasih atas perhatiannya dan saya akhiri.

Wasalamualaikum, wr. wb. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top